
Dalam sebuah pengamatan, biasanya hasil dari sebuah pengamatan tersebut di buat sebuah laporan.
Lalu apa hubungannya dengan teks observasi?
Didalam laporan observasi, tentu saja menggunakan teks observasi. Apa itu
Teks observasi?
Teks Observasi adalah teks yang menjelaskan informasi mengenai sesuatu, baik itu hewan,
tumbuhan, alam, fenomena sosial, hasil karya manusia, dan/atau fenomena
alam sesuai fakta dengan klasifikasi kelas dan subkelas yang ada di
dalamnya berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan.
Teks observasi tentu saja memiliki tujuan, berikut beberapa tujuan teks observasi yaitu :
~> Mengetahui informasi
~> Menyimpulkan isi informasi
~> Menyusun informasi
~> Mengetahui ciri-ciri teks
STRUKTUR TEKS OBSERVASI
Struktur teks observasi terdiri dari :
- Definisi Umum Informasi => berisi tentang definisi atau pengertian dari objek observasi.
Bagian ini biasanya berisi pemaparan atau gambaran secara umum objek yang seang di amati.
- Deskripsi Bagian => biasanya berisi klasifikasi/jenis dari objek yang di amati dan manfaat atau fungsi dari obajek tersebut.
- Simpulan => Ringkasan isi teks.
UNSUR KEBAHASAAN TEKS OBSERVASI
Unsur kebahasaan teks observsi adalah :
1. Penggunaan Istilah
Apa itu istilah? Yang dimaksud istilah adalah kata/kelompok kata yang pemakaiannya terbatas dan dalam bidang tertentu.
Misal : kurikulum, dosen, media pengajaran, universitas, dll {dalam bidang pendidikan}
harga, uang, tawar menawar, dll, {dalam bidang perdagangan}
2. Kalimat Definisi
Kalimat definisi yaitu suatu kalimat yang memberikan penjelasan umum tentang suatu benda, hal, aktifitas, dll. Kalimat definisi sering digunakan dalam teks laporan dan merujuh pada istilah teksnis atau ilmiah tertentu. Kalimat ini biasanya di tandai oleh verba kopula {adalah, ialah, merupakan, yaitu}.
3. Pasragraf Klasifikasi
Paragraf klasifiikasi adalah paragraf yang topik utamanya dikembangkan dengan mengelompokkannya, kedalaman beberapa kelompok berdasarkan sifat atau ciri-ciri tertentu.
Ciri-ciri paragraf klasifikasi :
a. menggunakan kata digolongkan, dibagi, diklasifikasikan.
b. memiliki gaya penulisan yang bersifat informasif.
c. membagi suatu hal kedalam dua kelompok atau lebih berdasarkan acuan tertentu.
4. Ide Pokok
Ide pokok merupakan ide atau gagasan yang menjadi pokok pengembang paragraf.
5. Kata Baku dan Tidak Baku
Yaitu, ragam bahasa yang cara pengucapan ataupun penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang di bakukan, yang berupa EYD (Ejaan Yang sudah Disempurnakan), tata bahasa baku, dan kamus umum.
Ciri-ciri kata baku dan tidak baku :
a. Tidak dipengaruhi bahasa daerah,
b. Tidak dipengaruhi bahasa asing,
c. Bukan merupakan ragam bahasa percakapan,
d. Pemakaian imbuhan secara eksplisit (dihilangkan),
e. Pemakaian yang sesuai konteks kalimat,
f. Tidak terkontaminasi/rancu,
g. Tidak mengandung arti pleonsme,
h. Tidak mengandung hiperkorek.
6. Imbuhan-Imbuhan Asing
7. Konjungsi