Majas

| Sabtu, 26 Agustus 2017




Ciri kebahasaan teks deskripsi yang ke enam yaitu Majas. Apa itu majas?
Majas adalah bahasa yang indah yang digunakan dalam mempercantik susunan kalimat agar memperoleh kesan imajinatif atau menciptakan efek tertentu bagi pembaca atau pendengarnya.

Jenis Majas :
  1. Majas Perbandingan
  2. Majas Pertentanan
  3. Majas Pertautan
  4. Majas Penegas/Perulangan
1. Majas Perbandingan
    Majas Perbandingan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.
Yang termsuk maja perbandingan antara lain :
  • Asosiasi/Similer 
     Majas Asosiasi adalah perbandingan dua hal yang sebebenarnya berbeda, tetapi di anggap sama. Majas ini di tandai dengan kata "bagai, seperti, bagaikan, laksana, seupama, bak." Contoh : Senyumannya bak rembulan. Semangatnya keras laksana baja.
  • Metafora
    Majas Metafora yaitu majas perbandingan yang berupa kata-kata yang merupakan pelukisan dan bukan arti sebenarnya, di ungkapkan secara singkat dan padat.  Contoh : Ia dianggap anak emas oleh majikannya.
  • Personifikasi
     Majas Persinifikasi adalah majas yang menggambarkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah hidup da memiliki sifat seperti manusia. Contoh : bulan itu tersenyum  padaku.
  • Alegori 
     Majas Alegori adalah majas yang mempertautkan sesuatu dengan yang lain dalam kesatuan yan utuh. Contoh : Kematian itu bukan seperti tidur yang kita tidak merasa apapun. Ketika kita mati kita masih bisa merasakan sakit siksaan dalam kubur karena dosa dosa kita.
 2. Majas Pertentangan
     Majas pertentangan ialah kelompok majas yang memiliki ciri khas dengan gaya penuturan yang mengungkapkan sesuatu yang bertentangan dengan makna yang sesungguhnya.
Yang termasuk majas pertentangan antara lain :
  • Hiperbola
    Majas Hiperbola adalah majas yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan  dengan maksud untuk memperhebatatau meningkatkan kesan. Contoh : Tubuhnya kurus kering sejak ditinggal mati kedua orang tuanya.
  • Litotes
    Majas litotes adalah majas yang ditujukan untuk mengurangi atau mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. contoh : Sudi kiranya Anda mampir di gubug saya yang kecil ini. ( pada kenyataannya rumahnya mewah, seumpama) 
  • Ironi
     Majas ironi adalah majas yang maknanya bertentangan dengan maksud untuk menyindir atau mengolok-olok. Contoh : Rajin sekali kamu, jam sembilan kok sudah bangun.
  • Sinisme
      adalah majas  yang menyatakan sindiran secara langsung. Contoh : Perkataanmu itu tak pantas keluar dari oran yang terpelajar seperti kamu.
 3. Majas Pertautan
     Majas pertautan adalah majas yang menggunakan kata-kata kiasan yang berhubungan atau bertautan terhadap sesuatu hal yang ingin disampaikan.
Yang temasuk dalam majas ini adalah :
  • Metonimia
    Majas Metonimia adalah majas yang menggunakan  nama-nama ya ng bertautan dengan orang, barang, atau hal lain sebagai penggantina. Contoh : Dia tidak bisa bekerja dengan fokus kalau tidak menghisap Djarum Super.  ( kata yang di garis bawahi merupakan kata ganti dari rokok).
  • Sinekdoke
    Majas Sinekdoke yaitu Majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya atau sebaliknya. 
    Majas ini dibagi menjadi 2 :
    1. Pro toto 
        ~ Menyebutkan sebagian untuk keseluruhan. contoh :  Sampai saat ini ia belum kelihatan batang hidungnya. 
    2. Toten Pro Parte
        ~ Menyebutkan keseluruhan untk sebagian. Contoh : SMP N 2 Rembang telah memenangkan lomba membaca puisi tingkat kabupaten.
 4. Majas Penegasam/Perulangan
    Majas Penegasan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca
Yang temasuk kedalam majas ini yaitu :
  • Pleonasme
     Majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan, dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata.  Contoh : Mereka turun kebawah untuk melihat keadaan ruang bawah tanah.
  • Klimaks
    Majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut yang sekamin lama semakin menngkat. contoh : Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua pun mengikuti lomba Agustusan.
  • Anti klimaks
    Majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut semakin lama semakin menurun. contoh : Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa juga hadir dalam pesta perayaan kelulusan itu.
  • Repetisi
    Majas yang berupa perulangan kata sebagai penegasan. contoh :  Selamat datang pujaanku, selamat datang pahlawanku, selamat datang bunga bangsaku.
  • Retorik
    Majas yang berupakalimat tanya yang jawabannya sudah diketahui. Contoh :  Apakah Tuhan itu ada?
  • Majas Citraan
    Majas citraan adalah susunan kata yang dapat menimbulkan imajinasi atau kekhayalan .
    Majas Citraan ada 4, yaitu : 
    1. Citraan Visual, adalah citraan yang memberikan rangsangan kepada indra penglihatan sehingga hal-hal yang tidak terlihat seolah olah terlihat. contoh : Padang ilalang membentang di sepanjang jalan.

    2. Citraan Audio, adalah citraan yang dihasilkan dengan menyebutkan atau menggunakan bunyi suara. contoh : Semerdu kicauan burung di pagi hari.

    3. Citraan Perasa/taktil, adalah citraan yang ditimbulkan gambar angan yang dapat dihayati dengan indra peraba / perasaan. contoh : Selembut bulu si meong.

    4. Citraan Gerak, adalah citraan yang menggambarkan sesuatu yang sesungguhnya tidak bergerak tetapi dilukiskan dapat bergerak. Contoh : Sang penari gemulai menyibak tirai.
 
Terimakasih sudah membaca. Semoga bermanfaat! 

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲