Newest Post

cara membuat taplak meja dengan teknik ikat celup, dengan di tambah hiasan sulam

| Jumat, 30 Desember 2016
Baca selengkapnya »
cara membuat taplak meja dengan teknik ikat celup, dengan di tambah hiasan sulam.

.       A.  Perencanaan
1.     Menganalisis kebutuhan
Ø Ilustrasi
Kelompok kami nerencana membuat taplak meja denganmenggunakan teknik ikat celup dan sulam. Kelompok kami ingin mencoba pemahanan dari teknik ikat celup dan sulam. Dan objek yang akan kami buat sebagai percobaan yaitu taplak meja.
Ø Ide/ gagasa
Kami mencoba keterampilan dalam menggunakan bahan dan alat di lingkungan sekitar. Sekaligus untuk memperoleh pengalaman yang baru.
2.     Membuat sketsa karya dan menentukan karya terbaik dari sketsa
a. Sketsa gagasan yang menyusun pembuatan karya
b. Sketsa gambar karya
B.   Pelaksanaan
1)   Mennyiapkan bahan dan alat
v Bahan yang diperlukan
·        Kain mori putih
·        Pewarna pakaian
·        Benang sulam
·        Air mendidih
·        Kelereng
·        Jarum sulam
v Alat yang dugunakan
·        Ember
·        Karet gelang
·        Pengaduk
·        Bentangan
2)   Membuat karya kerajinan taplak meja
a.     Langkah- langkah mewarnai kain dengan teknik ikat celup.
1.     Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2.     Potonglah kain sesuai ukuran yang akan digunakan.
3.     Setelah dipotong, masukkan kelereng pada kain kemudian  ikat. Hal ini bertujuan agar kain ini tidak semuanya terkena pewarna, jadi akan membentuk motif tersendiri. Usahakan jarak antara kelereng satu dengan yang lain tidak terlalu dekat.
4.     Siapkan ember dan isi dengan air pewarna yang akan digunakan. Kemudian aduk hingga pewarna tercampur rata.
5.     Masukkan kain kedalam ember yang sudah diisi tadi.
6.     Beri sedikit tekana pada kain agar warnanya benar-benar rata. Serta aduk menggunakan penganduk agar tanan tidak panas.
7.     Angkat kain, kemudian peras kain tersebut. Agar cepat kering ketika dijemur.
8.     Setelah kain diperas, lepaskan kelereng yang diikat pada kain satu- persatu.
9.     Kemudian baru jemur kain tersebut hingga kering.  
b.     Pembuatan hiasan pada taplak meja
Kami memilih hiasan jenis sulam sebagai hiasan pada taplak meja yag kami buat. Sulam ini, akan menjadi bagian untuk memper indah taplak meja yang kami buat.
C.    Evaluasi
Kami menguji kerajinan yang kami  buat dengan mengujinya pada suatu objek. Agar kami mengetahui kekurangan dan kenyamanan dari hesil karya kerajinan yang kami buat.


cara membuat taplak meja dengan teknik ikat celup, dengan di tambah hiasan sulam

Posted by : RyuChan
Date :Jumat, 30 Desember 2016
With 0komentar

TEKS DESKRIPSI

| Kamis, 29 Desember 2016
Baca selengkapnya »
Teks Deskripsi adalah teks yang menggambarkan suatu objek secara runtut dan rinci atau detail.
Tujuan teks dekripsi adalah untuk mengetahui gambaran objek secra detail. Pembaca atau pendengar seakan-akan melihat, mendangar, dam mengalami apa yang dideskripsikan.

Ciri-ciri teks deskripsi :
  1. Rinciannya sesuai bagian-bagian
  2. Isi teks menggambarkan komplet sesuai kenyataannya. dengan demikian, kata yang diperlukanlebih banyak menggunakan kata khusus
  3. Isi tesk bersifat personal
 Jenis-Jenis teks deskripsi adalah
  1. Berdiri sendiri sebgai teks
  2. Menjadi bagian dari teks
 Ciri Kabahasaan Teks Deskripsi

1. Kata umum dan Khusus 
    Kata Umum adalah kata yang cangkupan , ruang lingkup, dan pemakaiannya lebih luas.Kata khusus adalahkata yang cangkupan, ruang lingkup, dan pemakaiannya lebih sempit.Contoh : -Jatuh : Tumbang, Riboh, Gugur,dll; Membawa : menjinjing, mengangkat, membopong, dll; Memotong : menggunting, memangkas, membelah, memanggal.

2. Kata sifat
    Kata sifat adalah kata kata yang menjelaskan, mengubah, atau menambah atri suatu kata benda yang di ikutinya sehingga menjadi lebis spesifik. Misal : Marah : Jengkal, murka; Sedih : duka, gundah, haru, putus asa, murung; Senang : gembira, bahagia, girang, riang.

3. Pronomina
    pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu paa nomina yang lain.
Ciri-ciri pronomina:
1. menduduki posisi yang pada umumnya diduduki oleh nomina.
2. acuhannya dapat berpindah-pindah karena bergantung kepada siapa yang menjadi pe,bicaraatau penulis atau,siapayang menjadi pendengar atau pembaca, atau siapa/apa yang dibicarakan.

Jenis-jenis pronomina :
1.Pronomina persona adalah pronomina yang dipakai untuk mengacu pada orang.                       a. Ekslusif : pronomina itu mencakupi pembicara dam orang dipihak lain; b. Inklusif: pronomina itu mencakupi tidak hanya pembicara, tetapi pendengar, mungkin pula pihak lain. 
  • Pertama, Tunggal : saya, aku, ku-,-ku; jamak dalam bentuk Eksklusif :Kami; jmak dalam bentuk Inklusif : Kita
  • Kedua, tunggal :engkau, kamu, anda, sikau, kau, -mu; Jamak dalam bentu netral : kalian, kamu sekalian. 
  • ketiga, Tunggal : ia, dia, beliau, -nya; jammak dalambentuk netral : mereka
2. Pronomina penunjuk
a. Penunjuk umum. kata penandanya : ini, itu.
b. Penunjuk Tempat. kata penandanya : Sini, situ, sana.
3. Pronomina penanya
  1. Menanyakan orang (Siapa)
  2. Menanyakan benda (apa, mmengapa, kanapa, dwmgan apa)
  3. Menanyakan pilihan (mana, dimana, dari mana, bagaimana, kemana, bilamana) 
Berdasarkan hubungannya dengan nomina, pronomina dibedakan menjadi 2
1. Pronomina Intratekstual adalah pronomina dalam kaitan dengan teks yang sama. contoh : Pak Raden orang yang rajin. Pekerjaannya selalu rapi. * kata "nya" mengacu pada Pak Raden.
2. Pronomina Ekstratekstual adalah pronomina dalam teks yang berbeda
contoh : Saya akan mengetiknya.
             - katanya "nya" tidak mengacu pada kata saya.

4. Preposisi (Kata Depan)


Yaitu : kata-kata yang secara sintaksis berada didepan kata benda, kata kerja, dan kata sifat. Sedangkan secara sematis adalah akat adepan menunjukkan hubungan dengan makna antara kata depan tersebut dengan kata yang mengikutinya.

Jenis-jenis Preposisi :

1.       Berdasarkan bentuknya.

a.       Preposisi tunggal

Yaitu : preposisi yang hanya terdiri atas satu kata. Bentuknya dapat berupa kata dasar, dan kata berimbuhan. Preposisi yang dipakai antara lain : dasar (di, ke, dari, pada); berimbuhan (bersama, bersara, dll)

      Contoh : Aku pergi kesekolah
b.  Preposisi Gabungan

Yaitu : preposisi yang terdiri dari dua preposisi yang berdampingan dan dua preposisi yang berkolerasi. Preposisi tersebut antara lain : dari pada, kepada, dari....hingga.

Contoh :

Ø  Buku ini berikan kepada adikmu!

-          Merupakan preposisi yang berdampingan

Ø  Mereka bekerja membanting tulang dari pagi hingga petang.

-          Contoh preposisi kolerasi

2.       Berdasarkan fungsinya

a.       Sebagai penunjuk arah asal

Ø  Preposisi yang digunakan yaitu “dari”

Contoh : Fina berasal dari Cilacap

b.       Sebagai penunjuk tempat keberadaan

Ø  Preposisi yang digunakan antara lain : pada, di, dalam, antara, atas.

Contoh : Diana berada diantara Wachid dan Diani.

c.       Sebagai penunjuk pelaku

Ø  Preposisi yang digunakan yaitu “oleh

Contoh : TV dirumah itu dicuri oleh maling.

d.       Sebagai penunjuk arah tujuan

Ø  Preposisi yang digunakan antara lain : kepada, akan, ke, terhadap.

Contoh : Ayah akan pergi ke kantor.

5.  sinonim

Yaitu : relaksi makna leksita leksikal yang mirip antara satu kata dengan kata yang lain.

Ciri-ciri :

1.       Kedua kata memiliki makna yang sama atau hampir sama.

2.       Kedua kata tersebut harus dapat dipertukarkan dalam konteks kalimat yang sama.

Contoh : Jumlah penduduk Jakarta selalu cenderung naik. Sensus yang dilakukan dari tahun ketahun menunjukkkan peningkatan itu.

·         Misal : Dusta = Bohong; Pandai = Pintar; dll.

Contoh : Amir seorang yang suka berbohong. Karena itu ia disebut seorang pendusta.

Jenis-jenis :

1.       Sinonim Mutlak

Yaitu : kata-kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks kebahasaan apapun tanpa mengubah makna.

Contoh : Laris = lalu.

·         Pak joko seorang pedagang yang laris. Dagangnnya yang ia jual laku semua.

2.       Sinonim semirip

Yaitu : kata-kata yang dapat bertukar tempat dalam konteks kebahasaan tertentu tanpa mengubah makna.

Contoh : melarat = miskin.

·         Jono orang yang melarat, sehingga ia dianggap keluarga miskin.

3.       Sinonim selikung

Yaitu : kata-kata yang dapat menggantikan dalam satu konteks kebahasaan tertentu saja.

Contoh : Lemah = lemas.

·         Ani terlihat sangat lemah sekali, ia dibawa kedokter dalam keadaan lemas.
***



~Hola...itu tadi tentang teks Deskripsi. oh iya, ini belum selesai lho masih ada banyak lagi. kunjungi terus ya..! semoga bermanfaat....! terima kasih...~
***

TEKS DESKRIPSI

Posted by : RyuChan
Date :Kamis, 29 Desember 2016
With 0komentar
Tag :
Next Prev
▲Top▲