Pernah dengar yang namanya imbuhan asing?
Perkembagan ragam bahasa indonesia menjadikan adanya beberapa ragam imbuhan, salah satunya yaitu imbuhan asing. Imbuhan itu sendiri bisa saja dari bahasa daerah maupun bahasa lain. biasanya digunakan dalam surat-surat kabar mauoun karya ilmiah.
Berikut beberapa contoh imbuhan asing dan fungsinya, yaitu :
1. -ma, -wan, -wati.
Imbuhan imi merupakan serupan dari bahasa sanskerta yang berfungsi membentuk kata benda. makna ketiga imbuhan tersebut adalah sebagai berikut :
a). Menyatakan orang yang ahli
Contoh : Ilmuwan, seniman, negarawan, sastrawati, dll.
b). Menyatakan orang yang memiliki pekerjaan
Contoh : Wartawati, Usahawan, Industriwan, dll.
c). Menyatakan orang yang memiliki sifat
Contoh : Budiman, hartawan, dermawan, dll.
2. -i, -wi, -is, -if, -ia.
Imbuhan ini berfungsi untuk membentuk kata sifat, makna yang di kandungnya pun memiliki sifat.
Contoh :
- Manusiawi : Bersifat kemanusiaan
- Alamiah : Memiliki sifat kaealaman/natural
- Produktif : Bersifat menghasilkan
- Agamis : Bersifat Keagamaan
3. -isme, dan -isasi
Imbuhan ini merupakan serapan dari bahasa Inggris atau belanda. Pada mulanya penggunaan kedua imbuhan ini sangat terbatas, yaitu hanya pada kata-kata tertentu, seperti :
=> Komunisme, animisme, dinamisme, liberalisme, dll
*Menggunakan imbuhan -isme, yang bermakna paham/ ajaran.
=> Swastanisasi, labelisasi, organisasi, dll.
*Menggunakan imbuhan -isasi yang bermakna proses atau hal-hal yang berhubungan dengan kata dasarnya.
Perkembagan ragam bahasa indonesia menjadikan adanya beberapa ragam imbuhan, salah satunya yaitu imbuhan asing. Imbuhan itu sendiri bisa saja dari bahasa daerah maupun bahasa lain. biasanya digunakan dalam surat-surat kabar mauoun karya ilmiah.
Berikut beberapa contoh imbuhan asing dan fungsinya, yaitu :
1. -ma, -wan, -wati.
Imbuhan imi merupakan serupan dari bahasa sanskerta yang berfungsi membentuk kata benda. makna ketiga imbuhan tersebut adalah sebagai berikut :
a). Menyatakan orang yang ahli
Contoh : Ilmuwan, seniman, negarawan, sastrawati, dll.
b). Menyatakan orang yang memiliki pekerjaan
Contoh : Wartawati, Usahawan, Industriwan, dll.
c). Menyatakan orang yang memiliki sifat
Contoh : Budiman, hartawan, dermawan, dll.
2. -i, -wi, -is, -if, -ia.
Imbuhan ini berfungsi untuk membentuk kata sifat, makna yang di kandungnya pun memiliki sifat.
Contoh :
- Manusiawi : Bersifat kemanusiaan
- Alamiah : Memiliki sifat kaealaman/natural
- Produktif : Bersifat menghasilkan
- Agamis : Bersifat Keagamaan
3. -isme, dan -isasi
Imbuhan ini merupakan serapan dari bahasa Inggris atau belanda. Pada mulanya penggunaan kedua imbuhan ini sangat terbatas, yaitu hanya pada kata-kata tertentu, seperti :
=> Komunisme, animisme, dinamisme, liberalisme, dll
*Menggunakan imbuhan -isme, yang bermakna paham/ ajaran.
=> Swastanisasi, labelisasi, organisasi, dll.
*Menggunakan imbuhan -isasi yang bermakna proses atau hal-hal yang berhubungan dengan kata dasarnya.
~Terimakasih...Semoga bermanfaat~



